banner
DaerahKriminal

Perjudian To9el Menggurita di Tanah Karo, Aparat Diduga Tutup Mata

×

Perjudian To9el Menggurita di Tanah Karo, Aparat Diduga Tutup Mata

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Tanah Karo, SUARA DELI – Praktik perjudian jenis togel (toto gelap) kian merajalela di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara.

Dari Kabanjahe, Berastagi, hingga kecamatan terpencil seperti Munte, Juhar, Tiganderket dan Payung aktivitas jual-beli nomor tebakan itu kini sudah menjadi pemandangan biasa di warung kopi.

Di setiap sudut kedai, mudah ditemui juru tulis—dikenal masyarakat dengan sebutan jurtul—yang mencatat nomor pesanan para pemain. Tak ada rasa takut, tak ada upaya sembunyi. Semua berjalan terang-terangan.

“Sudah lama ini, bang. Di mana pun ada kopi, di situ ada togel,” kata seorang warga Berastagi yang meminta identitasnya disamarkan, Jumat (24/10). Ia mengaku resah karena aktivitas tersebut kini mulai melibatkan anak muda.

Bos-Bos Togel: UG, Eka, dan Lolo Naga

Dari hasil penelusuran SUARA DELI, praktik perjudian ini diduga dikendalikan oleh tiga sosok besar yang dikenal luas di Tanah Karo: berinisial UG (dikenal dengan sebutan Bos Usdek), Eka, dan Lolo Naga.

Ketiganya disebut-sebut memiliki jaringan jurtul di hampir seluruh kecamatan. “Kalau sudah buka pasar togel Sidney, SGP, HK, mereka yang main.

Nomornya dari mereka, setorannya juga ke mereka,” ungkap sumber lain, seorang mantan pengecer togel yang kini berhenti karena takut ditangkap.

Namun ironisnya, hingga kini tak satu pun dari tiga nama besar itu tersentuh hukum. Padahal aktivitas mereka telah lama dikeluhkan warga.

Aparat Diduga Tutup Mata

Masyarakat mulai mempertanyakan kinerja aparat penegak hukum, terutama Polres Tanah Karo yang dinilai tidak tegas memberantas praktik ini.

“Kalau mau tangkap jurtul kecil di kedai kopi, gampang kali itu. Tapi yang besar, tak tersentuh. Makanya kami curiga, jangan-jangan ada yang main mata,” ucap seorang tokoh Agama di Kabanjahe.

Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto disebut akan segera dipanggil untuk memberikan penjelasan atas lemahnya penindakan terhadap jaringan togel di wilayah hukumnya.

Warga Minta Polda Sumut Turun

Keresahan masyarakat kini sampai ke tingkat provinsi. Warga mendesak Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut turun langsung ke lapangan menindak tegas jaringan togel yang sudah mengakar ini.

“Kalau Polres Tanah Karo tidak mampu atau ragu, biar Polda yang ambil alih. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan kepada hukum,” kata seorang tokoh adat di Kecamatan Munte.

Keadilan yang Tumpul ke Atas

Fenomena ini memperlihatkan paradoks penegakan hukum: tajam ke bawah, tumpul ke atas. Para jurtul kecil sering jadi tumbal, sementara aktor besar yang mengendalikan perputaran uang ratusan juta rupiah per hari tetap melenggang bebas.

Jika dibiarkan, Tanah Karo bukan hanya akan dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai “lahan subur” perjudian dengan perlindungan aparat.

Masyarakat kini menunggu: apakah Kapolres AKBP Eko Yulianto akan menepati janjinya menindak tegas jaringan togel ini, atau kembali membiarkan rakyat hidup dalam ketidakpastian hukum?

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *