banner
Kriminal

Dadu Kopyok Berputar di Pasar Malam Tigabinanga, Polisi Pilih Membisu

×

Dadu Kopyok Berputar di Pasar Malam Tigabinanga, Polisi Pilih Membisu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Dadu Kopyok di pasar malam Tigabinanga

Tigabinanga, Karo — Saat malam turun dan lampu-lampu pasar malam mulai menyala di Tigabinanga, suara gelak tawa dan teriakan “besar kecil!” menggema di antara deretan wahana permainan.

Tapi itu bukan suara bocah yang sedang bermain lempar bola atau menaiki kuda-kudaan. Itu suara dari meja dadu kopyok perjudian klasik yang kini kembali hidup dan bebas beroperasi.

Meja-meja judi itu berdiri tanpa rasa takut. Lantang, terbuka, dan tak ada sedikit pun bayangan aparat keamanan di sekitar.

Padahal, lokasi perjudian hanya berjarak
sepelemparan batu dari pusat keramaian pasar malam yang ramai dikunjungi warga.

Warga menyebut, praktik ini bukan baru dimulai. Sudah berjalan beberapa malam. Dan yang lebih mengejutkan, diduga kuat panitia penyelenggara kegiatan itu melibatkan Marga Manik, seorang oknum TNI aktif.

Lalu di mana polisi?

Kapolsek Tigabinanga, Iptu Solo Bangun, hingga kini belum memberikan keterangan apa pun. Pesan konfirmasi tak dijawab. Telepon tak diangkat. Hening. Seolah yang terjadi di wilayah hukumnya bukan urusan yang mendesak.

“Kalau ini bukan bentuk pembiaran, lalu apa? Masa aparat nggak tahu? Sudah berhari-hari kok,” ujar salah satu warga Tigabinanga dengan nada kecewa kepada Suara Deli, Selasa (22/7/2025) malam.

Ketika praktik perjudian bisa hidup nyaman di ruang publik, tanpa rasa takut terhadap hukum, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kredibilitas aparat penegak hukum, tapi juga rasa keadilan masyarakat.

Yang lebih menyakitkan, di banyak tempat lain, polisi kerap begitu cepat bergerak saat warga kecil ketahuan main judi recehan. Tapi di Tigabinanga, dengan latar dugaan keterlibatan oknum aparat, semua mendadak membisu.

Kasat Reskrim, juga belum memberikan tanggapan. Sementara pasar malam tetap berjalan. Dan dadu itu terus dikocok setiap malam.

Apakah hukum sedang istirahat di Tigabinanga?

(Subekti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *