banner
Nasional

Lonjakan Kasus Chikungunya Awal 2025, Kemenkes Ingatkan Waspada di Musim Hujan

×

Lonjakan Kasus Chikungunya Awal 2025, Kemenkes Ingatkan Waspada di Musim Hujan

Sebarkan artikel ini
Data chikungunya 2025. Foto : Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Jakarta (SUARADELI) – Kementerian Kesehatan mencatat peningkatan signifikan kasus suspek chikungunya pada sembilan minggu pertama tahun 2025.

Angka ini melonjak tajam dibanding periode yang sama di tahun 2023 dan 2024, seiring pola curah hujan yang tinggi di sejumlah wilayah.

“Tren kasus sempat menanjak, tapi dalam dua bulan terakhir terlihat penurunan. Meski begitu, potensi kenaikan pada minggu-minggu mendatang tetap harus diwaspadai,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, Senin (11/8).

Chikungunya adalah penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus.

Gejalanya bisa meliputi demam, rasa lemah, serta nyeri sendi dan tulang yang bisa berlangsung berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Beberapa penderita tidak menunjukkan gejala sama sekali, namun dampak kesehatannya tetap berpotensi mengganggu aktivitas dan perekonomian.

Aji menegaskan, belum ada obat antivirus khusus untuk chikungunya. Penanganan dilakukan untuk mengurangi gejala, seperti istirahat cukup, asupan cairan, dan obat pereda nyeri.

Sebagai upaya pencegahan, Kemenkes memperkuat surveilans vektor, mengendalikan faktor risiko lingkungan, dan menindaklanjuti sinyal peringatan dini penyakit berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Masyarakat juga diimbau menerapkan 3M plus—menguras, menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan kembali barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk.

Lima provinsi dengan laporan suspek chikungunya terbanyak sepanjang 2025 adalah Jawa Barat (6.674 kasus), Jawa Tengah (3.388), Jawa Timur (2.903), Sumatera Utara (1.074), dan Banten (838). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *